Sebatas Hobi

CITA - CITA
 Ya benar, Cita-Cita dalam kamus KBBI kata ini dikategorikan sebagai Nomina atau Kata benda.Cita-cita ini adalah kata yang mengakar pada bentuk dasar CITA. Makna cita ini menurut KBBI adalah suatu persaan hati, suatu rasa, suatu cipta, suatu gagasan/ide dan lain sebagainya.
 Kata Cita - cita juga sudah tak asing kita dengar terutama dalam bentuk pertanyaan "cita-cita udah dewasa mau jadi apa ?" Apalagi waktu kita masih kecil dan jawabanya yang sering kita dengar "cita - citaku mau jadi tentara, polisi, koki, penyanyi & guru".
 Tahun itu tepat hari pertama waktu sekolah, satu satu persatu para pengajar mengenalkan dirinya & yang terakhir adalah pengajar kelas 1 MI sekaligus sebagai Wali kelas. Setelah pengajar yang lain keluar dilanjutkan dengan perkenalan murid dengan mengenalkan Nama & cita - cita, dimulai dari bangku yang paling Depan sebelah kanan "Hallo teman teman perkenalkan Nama saya Aab (inisial) dan cita cita saya ingin menjadi polisi" ungkapnya sambil mengangkat pistol pistolan yang baru dibelinya sebelum masuk kelas, perkenalan terus berlanjut sampai digiliranku namun tidak kudapati cita - cita yang aneh semuanya rata rata sama ingin menjadi Polisi, Tentara, Penyanyi, Koki & Guru, sayapun berdiri "Hallo Teman teman perkenalkan nama saya Tomi Suhardi Cita cita saya ingin punya banyak buku (Perpustakaan) " semua nya tertawa mungkin mereka menganggap bahwa saya sedang bercanda atau mungkin ada juga yang memahami tapi tetap tertawa karena kosa katanya yang salah. Jam istirahat pun tiba ada anak yang tertawa karena sedang bercanda dengan orangtua nya ada juga yang nangis karena tidak di turuti keinginan nya & saya hanya duduk di bangku warung sambil melihat lihat wajah wajah baru di dunia saya, tiba tiba seorang lelaki berkumis putih badannya tinggi dan ramping menggunakan topi bertulisan Adidas bertanya "kemana ibunya?"  Reflek bibir pun menjawab "orangtuaku sedang berjualan" diminumnya kopi yang dipesan diwarung terdengar suara kecipan adu bibir sebari menikmati rasanya "kamu dengar dari mana cita cita ingin punya banyak buku ? Baru pertama kali bapak dengar ada cita cita ingin punya banyak buku" Sambil tertawa saya pun melanjutkan dialog "Hehehe gak tau pak," ditepuk nya minyak ditelapak tangan sehabis makan gorengan si bapakpun melanjutkan dialognya "Kalo kamu ingin punya banyak buku kamu harus banyak membaca sampai kamu punya buku sendiri" saya yang masih polos kebingungan "saya gak ngerti maksud bapak" Sibapak mengusap rambut saya sambil berkata "kamu masih kecil entar kalo udah gede kamu juga bakal faham maksud bapak, kalo tidak lupa itu juga" lalu si bapak berdiri dan mengeluarkan uang untuk membayar minuman dan makanannya sebelum ia pergi si bapak kembali berpesan "cita citamu harus diwujudkan" dia pun pergi...


DEJAVU 
DENGAN SI BAPAK KUMIS TIPIS

  Angka yang menunjukkan tahun pun terus berubah di kalender sampai tiba waktunya saya tak sengaja mengingat kembali ucapan si bapak berkumis putih tadi ahh sial yang ku inget jelas bukan dialog nya tapi kumisnya yang putih badan nya yang tinggi menggunakan topi bertulisan adidas dan kemudian duduk dibangku yang disediakan warung, kalian tau gak ? Faktor yang mengingatkan saya pada si bapak itu adalah karena saya melihat teman saya yang sedang mengobrol dengan pemilik warung yang duduk di satu bangku didepan warungnya ditambah lagi ada suara teman saya yang sedang membahas novel "ehh mon (Nama panggungnya si wanita yang gemar membaca novel) novel ini seru ya " ujar, si mon pun bertanya "wah iya ? Judul & nama penulisnya siapa ?". Belum selesai mendengar percakapan mereka sambil saya pun inget apa isi percakapan sama si bapak kumis putih dulu dan disana saya mulai sedikit memahami arti dari kata sampai punya buku sendiri adalah menjadi seorang penulis. Dan disinilah awal saya mulai menyukai membaca & menulis.

SEBATAS HOBI

 Teneee noneeeet.... Seluruh pelajaran hari ini telah selesai, sampai jumpa besok pagi. Bel pulang pun berbunyi diperjalanan pulang mata menikmati Langit berwarna jingga mentari yang perlahan pamit & bulan tersenyum siap menemani ciptaan tuhan lainnya yang bernama Bintang, hidung menikmati udara segarnya udara hasil fotosintesis matahari & pohon, tangan menikmati tugas nya mengatur pedal gas agar tidak terlalu kencang tidak juga terlalu pelan. Sesampainya di rumah sembari membaringkan tubuh sambil dinikmati nya musik musik indie lokal tiba musik berbenti berubah jadi nada dering telpon "assalamualaikum, tom malam ada waktu luang gak ? Kita ngopay yu hahaha" Ujarnya "Waalaikumsalam, gaskeun. Coffeeshop atau dirumah ane?" Tanya balik "Rumah ente wae biar santuy & hemat hahaha" ujar si pecandu rokok yang tak pernah bawa rokok ke tongkrongan "oke siap, bada isya ajak yang lain satu lagi rokok masing masing hahaha" . "Janc*k lah hahaha,.. bada isya otewe". 
  Jam menunjukkan pukul 20.00 WIB perkumpulan yang sudah biasa membahas Politik, Agama, Organisasi sekolah Masing2 & Bisnispun dimulai, namun Berbeda dengan hari hari sebelumnya kali ada satu orang yang membawa buku novel karangan Fiersa Bersari yang berjudul Konspirasi Alam Semesta yah buku novel & pengarang inilah yang pertama membuat saya jatuh hati.
 "Buku siapa itu ?" Tanya edi si paling barista ditongkrongan
 "Ini ada minjem udah lama baru dibalikin si cangak pake robek lagi" jawab yahya si paling lemot dalam segala bidang
 "Ouhhh.... Eh tom gak ada minat jadi penulis ?hahaha? Tanya si arif si paling jago futsal
Dengan spontan sambil menyalakan sebats "Gak tau brooo hahaha wat awut masih kurang elmuna... Tapi Saya lebih minat di bisnis, masalah membaca & menulismah hanya sebatas hobi, sebatas perjalanan belum sampai komersil wkkwkw" obrolan berlanjut....

Komentar